Paper Editor – GAP dalam konteks penelitian kuantitatif dapat mengacu pada beberapa hal yang berbeda, tergantung pada konteks dan disiplin ilmu. Berikut adalah beberapa interpretasi umum dari GAP dalam penelitian kuantitatif:

GAP Penelitian (Research Gap): Ini adalah kesenjangan atau kekosongan dalam pengetahuan yang telah ada dalam literatur ilmiah. GAP penelitian mengidentifikasi area di mana penelitian sebelumnya belum mencakup atau belum secara memadai menjelaskan suatu topik atau pertanyaan penelitian tertentu. Pada dasarnya, ini adalah alasan mengapa penelitian baru perlu dilakukan. Identifikasi GAP penelitian merupakan langkah awal yang kritis dalam perancangan penelitian kuantitatif. GAP ini akan menjadi dasar untuk merumuskan tujuan penelitian dan pertanyaan penelitian.

Baca Juga: Bocoran Skripsi Mau Dihapus dari Menristek Dikti, Tapi S-2 dan S-3 Wajib Punya Jurnal, Ribet Gak?

GAP Teoritis (Theoretical Gap): Ini mengacu pada kekurangan dalam teori atau konsep yang ada. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat mengidentifikasi kebutuhan untuk memperluas atau mengembangkan teori yang ada untuk menjelaskan fenomena dengan lebih baik. Ini sering melibatkan pengujian model atau teori yang ada untuk melihat apakah mereka berlaku dalam konteks yang lebih luas atau berbeda.

GAP Empiris (Empirical Gap): Ini berhubungan dengan kurangnya data empiris atau bukti kuantitatif yang relevan dalam literatur ilmiah. Peneliti dapat menemukan bahwa meskipun teori ada, belum ada cukup bukti empiris untuk mendukung atau menguji teori tersebut. Ini dapat memicu penelitian kuantitatif untuk mengumpulkan data dan mengisi kekosongan ini.

GAP Metodologi (Methodological Gap): Ini berkaitan dengan kurangnya metode atau pendekatan yang sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu. Penelitian kuantitatif sering melibatkan pemilihan dan pengembangan metode penelitian yang sesuai untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Identifikasi GAP metodologi mungkin berarti bahwa metode yang ada tidak memadai atau perlu dimodifikasi.

Baca Juga: Konsep Gap Penelitian, Penelitian Relevan Harus Kuat, Peneliti Harus Paham Mesin Pencari

GAP Konseptual (Conceptual Gap): Ini terkait dengan ketidakjelasan atau kebingungan dalam konsep atau pengertian yang digunakan dalam literatur. Penelitian kuantitatif dapat membantu merinci konsep-konsep ini dengan definisi yang lebih jelas dan operasionalisasi yang tepat.

Penting untuk mencari GAP dalam penelitian kuantitatif karena hal ini membantu mengarahkan perancangan penelitian, merumuskan pertanyaan penelitian, dan menentukan pendekatan yang tepat untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Identifikasi GAP juga membantu memotivasi keberlanjutan penelitian dan memberikan kontribusi berarti terhadap pengembangan pengetahuan di bidang tertentu.