Paper Editor –  Indikator penelitian merupakan sebuah hal yang penting dalam penelitian kuantitatif, bahkan bisa dikatakan menjadi ruh dan gumpalan teori utama.

Meski indikator penelitian bukan teori utama, namun perannya sangat krusial, dalam membuat kerangka penelitian hingga pembuatan instrumen penelitian.

Gumpalan teori dalam indikator penelitian, sangat penting dalam penelitian kuantitatif. Karena umumnya dari indikator akan berkembang hingga menjadi angket.

Seperti pada penelitian umumnya, dalam skripsi indikator akan terletak di bagian kajian pustaka, kajian teori, atau istilah lainnya.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Jadi Salah Satu Kata Kunci Menarik dalam Penelitian, Ini Data Scholar, Research Gate dan SINTA

Indikator merupakan sebuah alat ukur pasti, yang bisa menjadi alat uji sebuah hipotesa.

Dari sinilah kemudian pentingnya indikator penelitian ditentukan dengan tepat, dan memberikan pemahaman yang jelas.

Banyak sobat papers dalam merumuskan indikator hanya sebatas asal-asalan.

Padahal indikator digunakan untuk menyusun instrumen penelitian, instrumen akan menjadi angket. Angket kemudian disebar dan menghasilkan data yang selanjutnya dianalisis.

Apakah indikator yang ditentukan ahli bisa dikurangi atau dirubah? Kalau mengurangi asalkan terdapat narasi yang jelas maka hal ini diperbolehkan.

Baca Juga: Belajar dari Emerald Publishing tentang Pakem Metode Penelitian

Namun kalau merubah dengan signifikan maka tidak dianjurkan, namun ketika perubahan tersebut hanya untuk menyesuaikan kata dalam redaksi maka boleh-boleh saja.

Berikut gambaran penggunaan indikator penelitian kuantitatif.

  1. Teori utama
  2. Indikator
  3. Instrumen penelitian
  4. Angket
  5. Pengumpulan data
  6. Uji statistik

Inilah peran indikator penelitian, ketika indikator tersebut salah atau tidak tepat, maka data yang dikumpulkan akan menjadi data bias yang kurang kredibel.