1. Deskripsi Hasil Penelitian
  2. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan pengalaman yang terekam dalam kesadaran seseorang. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, berkenaan dengan hal-hal yang di lihat, di dengan maupun di alami. Pengetahuan adalah informasi yang telah diinterprestasikan oleh seseorang dengan menggunakan sejarah, pengalaman, dan skema interpretasi yang dimilikinya.

Tabel 4.1 Distribusi Jawaban Responden Terkait Variabel Pengetahuan

No Angket Indikator Jumlah responden memilih
SS S N TS STS Total
1 X1.1 55,3% 22,3% 17,8% 4,4% 0% 100%
2 X1.2 55,3% 26,7% 13,3% 6,2% 0% 100%
3 X1.3 44,6% 28,5% 8,9%  4% 0% 100%
4 X1.4 40,1% 31,2% 22,3% 6,2% 0% 100%
5 X1.5 49,1% 31,2% 15,1%  4% 0% 100%
6 X1.6 42,8% 28,5% 19,6% 6,2% 0% 100%

Tabel 4.1 tersebut, dapat diketahui sebaran nilai angket pada variabel pengetahuan memiliki konsitensi pemilihan pada opsi sangat setuju dan setuju hampir mendekati 55,3% responden memilih pilihan ini. Sisanya sekitar 19,6% responden memilih pilihan netral, dan sisanya sebagian kecil memilih pilihan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju.

  1. Budaya

Budaya adalah determinan dasar keinginan dan perilaku seseorang. Melalui keluarga dan institusi utama lainya, setiap budaya terdiri dari beberapa subbudaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk anggota mereka. Subbudaya meliputi kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis. Budaya adalah keseluruhan kepercayaan, nilai-nialai dan kebiasaan yang dipelajari yang mampu mengarahkan perilaku konsumen para masyarakat tertentu.

Tabel 4.2 Distribusi Jawaban Responden Terkait  Variabel Budaya

No Angket Indikator Jumlah responden memilih
SS S N TS STS Total
1 X2.1 44,6% 31,2% 26,7% 4,4% 0% 100%
2 X2.2 53,5% 35,7% 8,9% 4,4% 0% 100%
3 X2.3 49,1% 39,2% 9,8% 4,4% 0% 100%
4 X2.4 49,1% 31,2% 19,6% 0,8% 0% 100%
5 X2.5 51,7% 37,5% 8,0% 2,6% 0% 100%
6 X2.6 58,9% 30,3% 8,0% 2,6% 0% 100%
7 X2.7 62,5% 22,3% 13,3% 4,4% 0% 100%

Table 4.2 dapat diketahui sebaran nilai angket pada variabel budaya memiliki konsistensi pilihan, pada opsi sangat setuju dan setuju hampir mendekati 58,9% responden memilih pilihan ini. Sisanya sekitar 26,7% responden memilih pilihan netral, dan sisanya sebagian kecil memilih pilihan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju.

  1. Kelompok Acuan

Kelompok acuan adalah kelompok yang berfungsi sebagai referensi bagi seseorang dalam keputusan pembelian dan konsumsi. Kelompok acuan bagi seseorang bisa terdiri dari satu orang atau lebih dari satu sampai puluhan. Kelompok acuan bagi seseorang mungkin berasal dari kelas sosial yang sama atau berbeda, dari budaya yang sama atau berbeda, bahkan dari sub budaya yang berbeda atau sama.

Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Responden Terkait  Variabel Kelompok Acuan

No Angket Indikator Jumlah responden memilih
SS S N TS STS Total
1 X3.1 44,6% 37,5% 8,9% 0% 0% 100%
2 X3.2 49,1% 31,2% 19,6% 0% 0% 100%
3 X3.3 51,7% 28,5% 10,7% 0% 0% 100%
4 X3.4 63,3% 17,8% 9,8% 5,3% 0% 100%
5 X3.5 50,8% 28,5% 11,6% 0% 0% 100%
6 X3.6 60,7% 28,5% 10,7% 0% 0% 100%
7 X3.7 49,1% 31,2% 19,6% 0,8% 0% 100%

 Tabel 4.3 dapat diketahui sebaran nilai angket pada variabel kelompok acuan memiliki tingkat pemilihan opsi sangat setuju yang tinggi. Pada opsi sangat setuju dan setuju hampir mendekati 63,3% responden memilih pilihan ini. Sisanya sekitar 19,6% responden memilih pilihan netral, dan sisanya sebagian kecil memilih pilihan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju.

  1. Referensi Menabung

Referensi merupakan penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Referensi sangan besar pengaruhnya dalam mencapai prestasi suatu pekerjaan, jabatan atau karir. Tidak akan mungkin orang yang tidak berreferensi terhadap suatu pekerjaan dapat menyelesaika pekerjaan tersebut dengan baik. Menabung adalah tindakan yang dilakukan, diartikan sebagai persiapan diri untuk pelaksanaan perencanaan masa yang akan datang sekaligus untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Responden Terkait Variabel Referensi Menabung

No Angket Indikator Jumlah responden memilih
SS S R TS STS Total
1 Y.1 53,5% 26,7% 19,6% 0% 0% 100%
2 Y.2 53,5% 42,8% 10,7% 4,4% 0% 100%
3 Y.3 58,9% 26,7% 12,5% 4,4% 0% 100%
4 Y.4 49,1% 31,2% 9,8% 0,8% 0% 100%
5 Y.5 45,5% 34,8% 18,7% 0,8% 0% 100%
6 Y.6 47,3% 35,7% 18,7% 4,4% 0% 100%

 Tabel 4.4, dapat diketahui sebaran nilai angket pada variabel referensi menabung memiliki konsistensi pilihan. Namun, sebagain besar memilih Pada opsi sangat setuju dan setuju hampir mendekati 58,9% responden memilih pilihan ini. Sisanya sekitar 19,6% responden memilih pilihan netral, dan sisanya sebagian kecil memilih pilihan jawaban tidak setuju dan sangat tidak seutuju.pada opsi sangat setuju dan Setuju.

  1. Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini akan membahas mengenai analisis terhadap variabel-variabel penelitian yang dilakukan secara deskriptif dan statistik untuk menguji hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini digunakan model analisis regresi linier berganda, terdapat 3 variabel independen dan 1 variabel dependen. Penelitian ini mengkaji Pengaruh Pengetahuan, Budaya Dan Kelompok Acuan Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung ”. Dalam analisis regresi, terdapat beberapa tahapan utama yaitu dimulai dengan uji kualitas data, uji asumsi klasik, kemudian pengujian hipotesis, dan terakhir dengan menguji besar pengaruh variabel.

  1. Uji Kualitas Data
  2. Uji Validitas

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Sugiyono yaitu valid berarti instrumen tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (ketepatan), bila koefisien korelasi sama dengan 0,3 atau lebih dari 0,3 (paling kecil 0,3) maka butir instrumen dinyatakan valid.

Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Angket

No Variabel t hitung Kesimpulan
1 X1 0,663 Valid
2 X1 0,772 Valid
3 X1 0,592 Valid
4 X1 0,756 Valid
5 X1 0,882 Valid
6 X1 0,775 Valid
7 X2 0,689 Valid
8 X2 0,677 Valid
9 X2 0,678 Valid
10 X2 0,639 Valid
11 X2 0,744 Valid
12 X2 0,897 Valid
13 X2 0,678 Valid
14 X3 0,678 Valid
15 X3 0,750 Valid
16 X3 0,566 Valid
17 X3 0,478 Valid
18 X3 0,675 Valid
19 X3 0,677 Valid
20 X3 0,336 Valid
21 Y 0,463 Valid
22 Y 0,678 Valid
23 Y 0,677 Valid
24 Y 0,803 Valid
25 Y 0,432 Valid
26 Y 0,786 Valid

Sumber: Olahan peneliti 2022

Tabel tersebut dapat diketahui jika hasil koefesin korelasi paling kecil adalah 0,336 angka tersebut sesuai dengan kriteria yang telah dipaparkan oleh Sugiyono. Instrumen dapat dikatakan valid jika  koefisien korelasi sama dengan 0,3 atau lebih (paling kecil 0,3) maka butir instrumen dinyatakan valid.

  1. Uji Reabilitas

Hasil penelitian yang reliabel bila terdapat instrumennya sama, repondennya sama, dan waktunya yang berbeda. Uji Reliabilitas merupakan indeks yang menujukkan mana suatu alat pengukuran dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukuran di dalam mengukur gejala yang sama. Intrumen yang baik tidak mungkin bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama (konsisten).

Menguji tingkat reliabilitas, peneliti menggunakan bantuan software spss 26.0 for windows. Cara menuliskan outputnya dengan membandingkan rhitung dengan rtabel. Jika rhitung > rtabel, maka data dikatakan reliabel. Atau Sugiyono mengemukakan pada taraf α = 0,05 koefisien Alpha yang diperoleh masing-masing variabel adalah > 0,6 yang artinya instrumen digunakan reliabel. Berikut ini merupakan hasil uji reliabilitas:

Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Uji Realibilitas Angket

Variabel Nilai Kesimpulan
X1 0,715 Reliabel
X2 0,875 Reliabel
X3 0,679 Reliabel
Y 0,687 Reliabel

 

Hasil dari nilai uji reliabilitas tersebut, yang dilakukan pengulangan untuk masing-masing variabel dalam penelitian ini dapat ditketahui angka terkecil yaitu 0,679 > 0,6, yang artinya jika hasil uji reliabilitas memenuhi kriteria. Atau dengan membandingkan rhitung > rtabel dapat diketahui dengan mencari r tabel df (degree of freedom) = n (jumlah angket) – k (variabel independen) – 1, yaitu 20-3-1 = 16 atau sebesar 0,497, dengan demikin 0,679 > 0,497 maka soal tersebut dikatakan reliabel.  Setelah kuesioner dinyatakan telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, maka kuesioner tersebut dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini.

  1. Uji Asumsi Klasik
  2. Uji Multikolinieritas

Digunakan sebagai salah satu syarat dalam uji asumsi klasik. Bilamana tidak dijumpai multikolinieritas maka tahapan dalam penelitian model regresi dapat dilanjutkan. Bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independent. Dasar pengambilan keputusan dalam uji ini dengan menggunakan uji beda nilai tolerance dan VIF, menurut Imam Ghazali tidak terjadi gelaja multikolineritas jika nilai tolerance > 0,100 dan nilai VIF < 10,00.

Tabel. 4.6 Uji Multikolinieritas

Model Tolerance VIF
Pengetahuan .231 1.007
Budaya .348 2.877
Kelompok acuan .330 3.029

Tabel tersebut dapat diketahui nilai Pengetahuan (X1) tolerance sebesar 0,231 dan nilai VIF sebesar 1,007, Budaya (X2) tolerance sebesar 0,348 dan nilai VIF sebesar 2,887, Kelompok acuan (X3) tolerance sebesar 0,330 dan nilai VIF sebesar 3,309. Kemudian jika diperbandingkan satu persatu setiap variabel, maka dapat diketahui sebagai berikut:

Nilai Pengetahuan: nilai tolerance sebesar 0,231 > 0,100 dan nilai VIF 1,007 < 10,00.

Nilai Budaya: nilai tolerance sebesar 0,348 > 0,100 dan nilai VIF 2,887 < 10,00.

Nilai Kelompok acuan: nilai tolerance sebesar 0,330 > 0,100 dan nilai VIF 3,309 < 10,00.

Hasil pengujian dari variabel independen dalam penelitian ini semuanya dinyatakan memenuhi kriteria dan tidak ditemukan adanya gejala multikolinieritas sehingga dapat melanjutkan kepada tahapan selanjutnya.

  1. Uji heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah terdapat kesamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain. Dalam model regresi yang baik maka terjadi homoskedastisitas dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidak samaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan tetap maka disebut homokedastistisitas dan jika berbeda heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang homokesdastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi adanya gejala heteroskedastisitas, akan digunakan uji Glejser. Metode ini dilakukan dengan meregresikan variabel bebasnya terhadap nilai absolute residual. Metode regresi tidak mengandung heteroskedastisitas apabila nilai signifikan variabel bebasnya terhadap nilai absolute residual statistik lebih besar dari nilai signifikansi = 0,05.

Tabel 4.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Model Sig.
Pengetahuan .540
Budaya .7112
Kelompok acuan .989

 

Sesuai dengan uji statistik tersebut, dapat diketahui jika uji hetrerokedastisitas yang dilaksanakan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,540 untuk variabel X1, 0,7112 untuk variabel X3, dan 0,989 untuk variabel X3. Sesuai dengan kriteria apabila nilai signifikan variabel bebasnya terhadap nilai absolute residual statistik lebih besar dari nilai signifikansi = 0,05, maka dapat diartikan jika tidak ada gejala heteroskedastisitas sehingga syarat asumsi klasik dalam uji regresi berganda dapat terpenuhi.

  1. Uji Regresi Linier Berganda

Uji regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen atau variabel bebas yaitu Pengetahuan (X1), Budaya (X2), dan Kelompok acuan (X3) terhadap Referensi menabung (Y).

Tabel 4.8 Uji Regresi Linier Berganda

Model Constanta (2,702)
Pengetahuan .261
Budaya .052
Kelompok acuan .208

Berdasarkan pada tabel 4.8 diatas, maka dapat disusun persamaan atau model regresi sebagai berikut:

Y = 2,702 + 0,261 X1 + 0,052 X2 + 0,208 X3 + e

Dari persamaan regresi diatas, maka dapat diuraikan sebagai berikut:

Konstanta sebesar 2,702, diketahui nilai Pengetahuan (X1), nilai Budaya (X2), dan nilai Kelompok acuan (X3) nilainnya adalah 0, maka Referensi menabung (Y) nilainnya sebesar 2,702.

  1. Koefisien Pengetahuan (X1) sebesar 0,261 artinya bahwa setiap kenaikan satu satuan Pengetahuan (X1), akan meningkatkan Referensi menabung sebesar 0,261 satuan.
  2. Koefisien Budaya (X2) sebesar 0,052 artinya bahwa setiap kenaikan satu satuan Budaya (X2), akan meningkatkan Referensi menabung sebesar 0,052 satuan.
  3. Koefisien Kelompok acuan (X3), sebesar 0,208 artinya bahwa setiap kenaikan satu satuan Kelompok acuan (X3), akan meningkatkan Referensi menabung sebesar 0,208 satuan.
  4. Uji t (Parsial)

Uji regresi linier berganda yang digunakan yaitu uji T Parsial yang digunakan untuk menguji secara sendiri-sendiri antara satu variabel independen dengan variabel dependen.

H1 :   Ada pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

H2   :    Ada pengaruh yang signifikan antara variabel budaya terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

H3   :    Ada pengaruh yang signifikan antara variabel Kelompok acuan terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

H4   :    Ada pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan, budaya, dan Kelompok acuan terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

Uji ini digunakan dalam penelitian model regresi dengan menguji antara satu variabel independen dengan variabel dependen. Dengan analisis berdasarkan perbandingan nilai signifikansi. Menurut Imam Gazhali, jika nilai sig. < 0,05 maka artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, atau penghitungan uji T Parsial berdasarkan t hitung dan t tabel, jika nilai t hitung > t tabel berpengaruh.

Rumus mencari t tabel yaitu (0,05:2 ; 30 – 3 – 1) = (0,022,3% ; 27 -1 – 1) = (0,022,3% ;  26) = 2,055.

Tabel 4.9 Hasil Uji Hipotesa T Parsial

Model Sig.
Pengetahuan .003
Budaya .002
Kelompok acuan .002

 Berdasarkan penghitungan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Hipotesa pertama (H1) Ada pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

Sesuai dengan penghitungan tersebut dapat diketahui nilai signifikansi sebesar 0,003. Sesuai dengan jika nilai sig. < 0,05 maka artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, 0,001 < 0,05 maka dapat dikatakan pada hipotesa yang pertama atau variabel Pengetahuan berpengaruh terhadap Referensi menabung.

Selain itu dengan membandingkan, penghitungan uji T Parsial berdasarkan t hitung dan t tabel, jika nilai t hitung > t tabel maka dapat dikatakan variabel independen memberikan berpengaruh terhadap variabel dependen dengan nilai 3,324 > 1,292 yang dapat dikatakan memberikan pengaruh.

Hasil dari penelitian pada hipotesa pertama, ”Ada Pengaruh Pengetahuan terhadap Referensi menabung.”

  1. Hipotesa kedua (H2) Ada pengaruh yang signifikan antara variabel budaya terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

Sesuai dengan penghitungan tersebut dapat diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000. Sesuai dengan jika nilai sig. < 0,05 maka artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, 0,002 < 0,05 maka dapat dikatakan pada hipotesa yang kedua atau variabel X2 yaitu Budaya berpengaruh terhadap Referensi menabung.

Selain itu dengan membandingkan, penghitungan uji T Parsial berdasarkan t hitung dan t tabel, jika nilai t hitung > t tabel maka dapat dikatakan variabel independen memberikan berpengaruh terhadap variabel dependen dengan nilai 3,651 > 1,292, yang dapat dikatakan memberikan pengaruh.

Hasil dari penelitian pada hipotesa kedua, ”Ada Pengaruh Budaya terhadap Referensi menabung.”

  1. Hipotesa ketiga (H3) Ada pengaruh yang signifikan antara variabel Kelompok acuan berpengaruh terhadap Terhadap Referensi Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.

Sesuai dengan penghitungan tersebut dapat diketahui nilai signifikansi sebesar 0,001. Sesuai dengan jika nilai sig. < 0,05 maka artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, 0,002 < 0,05 maka dapat dikatakan pada hipotesa yang ketiga atau variabel Kelompok acuan berpengaruh terhadap Referensi menabung.

Selain itu dengan membandingkan, penghitungan uji T Parsial berdasarkan t hitung dan t tabel, jika nilai t hitung > t tabel maka dapat dikatakan variabel independen memberikan berpengaruh terhadap variabel dependen dengan nilai 3,241 > 1,292, yang dapat dikatakan memberikan pengaruh.

Hasil dari penelitian pada hipotesa ketiga, ”Ada Pengaruh Kelompok acuan  terhadap Referensi menabung.”

  1. Uji f (Simultan)

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Menurut Imam Ghazali, jika nilai sig. < 0,05 maka variabel X berpengaruh terhadap Y. Selain itu guna meyakinkan hasil penelitian, dilakukan perbandingan pada nilai hitung f tabel, jika nilai f hitung > f tabel maka variabel X berpengaruh terhadap Y.

Tabel 4.9 Hasil Uji Hipotesa F Simultan

Dependen Variabel Sig
Referensi menabung 0,001

Hasil pengujian tersebut dapat diketahui, jika nilai sig. < 0,05 maka variabel X berpengaruh terhadap Y. Maka dapat diketahui 0,001 < 0,05 sehingga dari perbandingan pada uji signifikansi dapat dinyatakan hipotesa diterima. Maka dapat dikatakan “Ada pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan, budaya, dan Kelompok acuan berpengaruh terhadap referensi menabung Mahasiswa Menabung di Bank Syariah Tulungagung.” atau dapat dinyatakan jika uji secara bersama-sama variabel X memberikan pengaruh terhadap variabel Y.

  1. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Dalam penelitian ini, guna mengetahui Uji Koefesien Determinasi variabel independen terhadap variabel dependen maka digunakan uji R square.

Tabel 4.10 Uji R Square

Dependen Variabel R Suare
Referensi menabung 0,292

Hasil pengujian tersebut dapat diketahui besaran nilai R square sebesar 0,292 atau jika dikonfersi menuju persen menjadi 92%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan jika pengetahuan, budaya, dan Kelompok acuan berpengaruh terhadap referensi menabung sebesar 92%, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.